Penerapan Teknik Cold Call dan Chaining untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X di SMAN 11 Semarang

Authors

  • Dhani Al Aziz Universitas PGRI Semarang
  • Jihan Nabila Universitas PGRI Semarang
  • Sri Suneki Universitas PGRI Semarang

DOI:

https://doi.org/10.57008/jjp.v6i03.2845

Keywords:

Cold Call, Chaining, Keaktifan Belajar, Pendidikan Pancasila, Penelitian Tindakan Kelas

Abstract

Rendahnya keaktifan peserta didik dalam berdiskusi, bertanya jawab, dan menyampaikan pendapat menjadi masalah yang teridentifikasi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas X SMA Negeri 11 Semarang. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui penerapan teknik Cold Call dan Chaining. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, dengan subjek sebanyak 36 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Cold Call dan Chaining mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Jumlah peserta didik pada kategori cukup aktif, aktif, dan sangat aktif meningkat dari 41,7% pada siklus I menjadi 77,8% pada siklus II. Peningkatan ini tampak dari makin banyaknya peserta didik yang berani menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, memberi tanggapan, serta ikut berpartisipasi dalam diskusi. Dengan demikian, teknik Cold Call dan Chaining terbukti efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

References

Darmisih, O., Siswanto, E., & Prakoso, A. F. (2023). Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa melalui Model Project Based Learning di SMA Negeri 4 Bojonegoro. 6(1).

Irawan, H., & Istianah, A. (2023). Implementasi Model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jurnal Al Burhan, 3(2), 51–60. https://doi.org/10.58988/jab.v3i2.223

Mundelsee, L., & Jurkowski, S. (2024). Opening the gateway to oral participation: Exploring facilitative contextual factors in the association between student shyness and hand raising. American Educational Research Journal, 62(1), 53–91. https://doi.org/10.3102/00028312241278585

Prayitno, J. (2023). Penerapan Model Double Loop Problem Solving untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika pada Peserta Didik XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Gemolong Tahun Pelajaran 2022/2023. 31(3), 307–316.

Smith, G. J. (1999). Teaching a long sequence of a behavior using whole task training, forward chaining, and backward chaining. Perceptual and Motor Skills, 89(3), 951–965. https://doi.org/10.2466/PMS.89.7.951-965

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Al Aziz, D., Nabila, J., & Suneki, S. (2026). Penerapan Teknik Cold Call dan Chaining untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X di SMAN 11 Semarang. JURNAL JENDELA PENDIDIKAN, 6(03), 642–646. https://doi.org/10.57008/jjp.v6i03.2845