https://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/issue/feedJURNAL JENDELA MATEMATIKA2026-01-25T20:36:04+07:00Heri Cahyonohericahyono@live.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Jendela Matematika</strong> dengan <a href="https://portal.issn.org/custom-search/print/2985-9875/public"><strong>ISSN 2985-9875</strong></a> (online) dan <a href="https://portal.issn.org/custom-search/print/2986-7134/public"><strong>2986-7134</strong></a> (cetak) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh <a href="https://www.jendelaedukasi.id/"><strong>CV. Jendela Edukasi Indonesia</strong></a> dan merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian di bidang matematika, pendidikan matematika, statistika, pengembangan pembelajaran matematika, dan media pembelajaran matematika. Jurnal Jendela Matematika terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan <strong>Januari dan Juli. </strong>Kami mengundang peneliti, praktisi, dosen, guru, serta mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai upaya pengembangan pendidikan dan penelitian di Indonesia. Dalam upaya menjaga kualitas artikel di Jurnal Jendela Matematika, kami mengambil pakar-pakar peneliti bidang Matematika dan Pendidikan Matematika untuk menjadi reviewer serta menggunakan software plagiarisme artikel.</p>https://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2260Pengembangan Angket Kesulitan Belajar Matematika Pada Materi Perkalian Di Kelas IV SDN 12 Langkai2026-01-06T22:19:12+07:00Dea Sabiladeasabila2803@gmail.comImam MadaniImam-Madani-56jjm@gmail.comAisah AisahAisahAisah909@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya instrumen khusus yang dapat dugunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar matematika pada materi perkalian terutama di SDN 12 Langkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat validitas teoretis instrumen kesulitan belajar matematika pada materi perkalian, (2) mengetahui tingkat validitas empiris instrumen, (3) mengetahui tingkat reliabilitas instrumen, dan (4) mengetahui tingkat kepraktisan instrumen bagi pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sumber data terdiri dari ahli materi, ahli evaluasi, serta siswa kelas IV SDN 12 Langkai. Teknik pengumpulan data menggunakan validasi ahli, uji coba instrumen, serta penilaian kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validitas teoretis berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,4, (2) validitas empiris menghasilkan 26 butir valid pada uji coba terbatas maupun diperluas, (3) reliabilitas berada pada kategori sangat tinggi dengan koefisien 0,89 pada uji terbatas dan 0,86 pada uji diperluas, dan (4) kepraktisan berada pada kategori praktis dengan skor rata-rata 39,5. Instrumen ini direkomendasikan sebagai alat identifikasi kesulitan belajar perkalian untuk mendukung perbaikan pembelajaran.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2300Implementasi Joyful Learning Berbantuan Interactive Web-Based Mathematics Learning Media Bernuansa Budaya Jawa Tengah Untuk Penguatan Numerasi Siswa Sekolah Dasar2026-01-06T22:21:37+07:00Galeh Febrian Agustinogalehfebrianagustino002@gmail.comHenry Suryo Bintorohenry.suryo@umk.ac.id<p>Kemampuan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah, masih tergolong rendah. Kondisi ini berkaitan dengan pembelajaran matematika yang masih bersifat konvensional, kurang menarik, dan belum terhubung dengan konteks budaya lokal, sehingga pembentukan pemahaman numerasi secara mendalam menjadi terhambat. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Joyful Learning berbantuan <em>Interactive Web-Based Mathematics Learning Media</em> yang diperkaya dengan unsur budaya Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat kemampuan numerasi siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> dengan menganalisis 20 jurnal nasional dan 10 jurnal internasional terbitan 2018–2024 yang berfokus pada media digital interaktif, pendekatan pembelajaran menyenangkan, serta integrasi budaya lokal dalam pendidikan matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis web mampu meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif siswa. <em>Joyful Learning</em> menciptakan suasana belajar yang positif dan partisipatif, sedangkan integrasi budaya Jawa Tengah menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis budaya lokal efektif digunakan sebagai inovasi untuk memperkuat numerasi dan mewujudkan pembelajaran matematika yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2281Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Barisan Aritmatika dan Geometri Berdasarkan Teori Kastolan2025-12-26T20:00:48+07:00Dandy Nur Fadiladandynurfadilla06@gmail.comAlifia Meythania Putri Wulandarialifia.meythania10@gmail.comAkni Auliaakniaulia12@gmail.comDhitta Puti Sarasvati Ramlidhittaputi.sarasvatiramli@unindra.ac.id<p>Kesalahan dalam menjawab pertanyaan adalah hal yang umum, khususnya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa SMA dalam memecahkan masalah barisan aritmatika dan geometri berdasarkan teori Kastolan. Pendekatan deskriptif kualitatif yang digunakan melibatkan delapan siswa kelas sepuluh dengan kemampuan akademis yang beragam. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri dari enam pertanyaan esai dan kuesioner pendukung. Tanggapan siswa dianalisis dengan mengelompokkan kesalahan ke dalam konseptual, prosedural, dan teknis menurut kerangka kerja Kastolan. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan konseptual adalah yang paling dominan, yaitu sebesar 66% dan dikategorikan sebagai sangat parah, kesalahan procedural sebesar 24% kategori ringan dan kesalahan teknis hanya 10% kategori sangat ringan. Analisis kesalahan berdasarkan teori Kastolan terbukti berhasil dalam mengidentifikasi pola kesalahan siswa dan berfungsi sebagai dasar untuk meningkatkan strategi instruksional dalam mengajarkan barisan aritmetika dan geometri.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/1960Mengasah Kemampuan Berpikir Matematis sebagai Salah Satu Kemampuan dalam Pembelajaran Abad-212026-01-06T22:20:04+07:00Zita Trisni Rahmawati Putrizitasanur@gmail.comMeiliasari MeiliasariMeiliasari-890o-89@gmail.comWardani RahayuWardani-Rahayu-2026@gmail.com<p>Kemampuan berpikir matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran abad ke-21, meliputi berpikir kritis, kreatif, logis, analitis, dan pemecahan masalah. Mengembangkan kemampuan ini memerlukan pendekatan inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau penggunaan teknologi digital, untuk menggantikan metode konvensional yang berfokus pada hafalan. Informasi lebih lanjut tersedia di sumber-sumber yang dikutip. Tujuan penelitian ini adalah pembaca mendapatkan gambaran yang jelas mengenai berpikir matematis. Metode Penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review, yang digunakan adalah tinjauan literatur yang bersumber dari Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish dengan rentang waktu 2017 hingga 2025 dan diperoleh dua belas artikel serta Google Book. Hasil penelitian dari artikel ini pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang strategis dan sangat penting dalam pendidikan matematika, karena mengasah siswa agar memiliki kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi dan memiliki karakteristik yang positif dan membangun sehingga pengetahuan yang telah dimilikinya akan tersusun dengan struktur yang teratur.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/1638Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Matemaris Siswa SMP2026-01-09T20:39:29+07:00Anggerini Horlians Ina Wonganonawonga2703@gmail.comSamuel Igo LetonSamuel-Igo-Leton998@gmail.com<p>Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan siswa, termasuk dalam dunia pendidikan. Platform seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan YouTube kini digunakan tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat bantu belajar. Penggunaan media sosial yang tepat dapat mendukung pemahaman konsep pelajaran, termasuk matematika. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol justru dapat menurunkan konsentrasi dan mengganggu hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMPK St. Agustinus Adisucipto Penfui Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket penggunaan media sosial dan dokumentasi nilai ujian matematika. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial dan prestasi belajar matematika siswa. Temuan ini menunjukkan perlunya pengelolaan penggunaan media sosial secara bijak agar dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2348Motif Batik Kudus sebagai Representasi Budaya dan Struktur Matematis2026-01-24T21:28:52+07:00Najwa Multahada202233301@std.umk.ac.idKuntari KuntariKuntariKuntari789@gmail.comEka ZulianaEka-Zuliana-2016jjm@gmail.com<p>Batik merupakan bentuk budaya lokal yang mengandung simbol, makna, dan struktur visual yang terorganisasi. Motif batik tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif Batik Kudus sebagai representasi budaya serta mengidentifikasi struktur matematis yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi etnografi budaya. Objek kajian meliputi motif pembuatan gula, pakis, dan parijoto yang merepresentasikan aspek sosial, alam, dan spiritual masyarakat Kudus. Data dikumpulkan melalui observasi visual, dokumentasi, dan kajian pustaka. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji bentuk, pola pengulangan, dan susunan motif menggunakan perspektif etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Kudus mengandung struktur matematis berupa pola berulang, simetri, translasi, dan geometri bidang yang berkaitan dengan nilai budaya masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa Batik Kudus merupakan praktik budaya lokal yang sarat dengan potensi matematis dalam konteks etnografi budaya.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2374Impelementasi Model Pembelajaran TGT Berbantuan Media Wordwall Pada Pokok Bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Kelas X di SMKN 1Pasuruan2026-01-12T22:09:01+07:00Anisa Putrianisa051102@gmail.comAndika Setyo Budi LestariAndika-Setyo-Budi-Lestari-2374@gmail.comKeto SusantoKeto-Susanto-2374@gmail.com<p>Matematika dipandang sebagai pelajaran yang sangat rumit sehingga membuat hasil belajar siswa tidak optimal karena mereka enggan dalam mempelajarinya, terlalu banyak rumus dan sulit. Hal ini bisa saja diakibatkan oleh metode yang digunakan terasa bosan dan guru saat ini dituntut untuk bisa dalam mengikuti era modern ini. Salah satu alternatif menggunakan model dengan media pembelajaran menggunakan aplikasi <em>wordwall</em> yang diharapkan agar hasil belajar siswa meningkat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui implementasi model kooperatif tipe TGT berbantuan media <em>wordwall</em>, mengetahui peningkatan hasil belajar, dan mengetahui respons siswa setelah pelaksanaan model dengan media pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru dan siswa sudah sangat baik, adanya peningkatan hasil belajar, dan respons siswa yang baik terhadap model.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKAhttps://ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/2438Kajian Konsep Dasar Geometri (Titik, Garis, dan Sudut) Melalui Permainan Bola Voli Pada Tim Putri Universitas Lelemuku Saumlaki2026-01-20T21:39:54+07:00Stela Marensi Warwuruwarwurudefistelamarensi@gmail.comJakobus Nifannngelyaunifannakon@gmail.comZakarias BacoryZakarias-Bacory-2438@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang konsep dasar geometri (titik, garis, dan sudut) melalui permainan bola voli pada tim putri di Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA)”. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil dan pembahasan didapatkan bahwa 8 orang tim putri di UNLESA dalam permainan bola voli dapat melakukan teknik-teknik dalam permainan yang menggambarkan konsep dasar geometri (titik, garis, dan sudut), sedangkan untuk hasil jawaban wawancara yang diberikan dengan bantuan gambar dengan tujuan untuk subjek menentukan konsep dasar geometri (titik, garis, dan sudut) didapatkan bahwa ke 8 subjek tidak mampu menentukan dan menggambarkan dengan baik dan benar konsep dasar geometri yang berkaitan dengan permasalahan yang diberikan, selain itu konsep dasar titik, garis, dan bidang juga didapatkan dari hasil asumsi pada teknik servis bawah, teknik passing bawah, dan teknik passing atas yang menghasilkan sudut siku-siku yang besarnya adalah 90<sup>0</sup>, sudut lancip yang besarnya adalah < 90<sup>0</sup>, serta sudut tumpul yang besarnya adalah >90<sup>0</sup>.</p>2026-01-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JURNAL JENDELA MATEMATIKA